close
Dear brothers and sisters in Christ:

I personally thank you for visiting our website.
Our church is a place where we believe in Jesus Christ as our savior, to gather and care each others as brothers and sisters in His name.

Our church is a multicultural and multigeneration church. We come to Southern California from different ethnics in Indonesia and US and different ages. If you visit us, you are going to experience a safe and friendly atmosphere, where at the same time you can grow spritually.

Please come back often to check this website as you will be updated with more information about our Church and if you happen to be around the San Bernardino area, don't hesitate to visit us for the Sunday service or the home fellowship.
Rev. Adri Laatung
Pastor
Pastor Words

Apa itu Gereja

Print

Artikel dibawah ini adalah tulisan yang saya buat sejak bulan Agustus tahun 2007. Ini mulanya diperuntukkan bagi kalangan sendiri, dan dalam tulisan yang berseri, terutama bagi persekutuan gereja kami (GKPI-USA). Tapi setelah tersedianya ruang Internet ini saya berkeinginan untuk mempublikasikannya bagi saudara-saudara seiman, lebih kusus mereka yang berlatar belakang protestant. lebih dari pada itu pandangan-pandangan dibawah ini saya kita berlaku bagi setiap gereja yang mau mendalami keberadaan gereja yang sesungguhnya menurut ajaran Alkitab itu sendiri. jadi selamat membaca, dan kiranya dapat menjadi berkat bagi pembaca sekalian.


I .Apa itu gereja?

A. Pendahuluan.

Apa itu gereja? Kelihatannya ini merupakan pertanyaan yang gampang, dan kita biasanya mendefinisikan gereja dengan gedung dimana orang Kristen berkumpul untuk beribadah. Atau ada juga yang mendefinisikan gereja itu sebagai kelompok orang Kristen yang berkumpul untuk maksud keagamaan. Kalimat-kalimat ini bukanlah sesuatu yang buruk untuk sebuah jawaban yang cepat tentang gereja itu. tapi jawaban ini tidak membawa kita lebih dalam, kalau kita hendak mengerti benar-benar bagaimana gereja itu seharusnya. Perhatikan bahwa penjelasan saya diatas dimulai dengan menerangkan sesuatu dan kemudian memberi penilaian terhadap sesuatu, dalam hal ini hubungannya dengan gereja. Disaat saat saya mempertanyakan apa itu gereja saya lebih tertarik untuk menjelaskan idealnya gereja itu daripada aktualnya gereja itu. karena itu saya merencanakan untuk membahas keberadaan gereja itu dari sudut pandang Alkitab. Saya percaya bahwa Alkitab adalah inspirasi Allah, dan karena itu harus menjadi pembimbing bagi iman kita dan kehidupan kita. Bagi saya, tak ada satupun otoritas didunia ini yang dapat menjelaskan apa itu gereja selain Alkitab. Tata gereja, buku-buku tentang gereja, buletin-buletin gereja, tidak akan dapat menjelaskan apa itu gereja secara lengkap selain Alkitab.

Roma Katolik dan Ortodox Timur juga sampai pada hal diatas tadi masih mempunyai kesamaan pandangan dengan kita Protestan. Mereka menegaskan Alkitab adalah otoritas Firman Allah. Namun mereka juga menambahkan bahwa masih ada tradisi-tradisi, tulisan-tulisan lain yang punya otoritas dalam gereja dan dijaga dan diperlakukan dalam praktek keagamaan mereka, yang telah terjadi dari generasi ke generasi. Kita menghargai pandangan orang lain dalam menafsir tradisi dan Alkitab. Tapi bagi saya, Alkitab berdiri sebagai satu-satunya otoritas diatas tradisi-tradisi manusia. Pendirian saya sebagai orang protestan evangelical, mempercayai Alkitab sebagai penyedia kata akhir bagi definisi gereja, bagaimana gereja itu seharusnya, dan bagi praktek iman saya. Nah karena itu cara yang paling baik untuk menafsir apa itu gereja adalah dengan cara menafsir dan mempelajari Alkitab itu sendiri secara hati-hati. Salah satu cara untuk memulai mencari arti sesungguhnya dari teks Alkitab adalah dengan memperhatikan keadaan dan tempat dimana Alkitab itu ditulis. Jika kita mau mempelajari tulisan Paulus misalnya, akan sangat baik kalau kita meninjaunya dari sudut pandang latar belakang dirinya sendiri yang mengetahui keberadaan dunia Romawi dan Yahudi. Dengan mengetahui latar belakang ini akan menjauhkan kita dari penafsiran sendiri terhadap teks Alkitab. Dalam ilmu Teologi pendalaman tentang gereja itu disebut Eklesiologi (yang berasal dari kata Yunani ekklesia yang berarti kelompok atau kumpulan atau gereja dan dari kata logos yang berarti pikiran, kata, prinsip) saya tidak akan membahas lebih jauh masalah teknis dalam tulisan ini, saya berusaha untuk menyampaikan ini bagi kaum awam, yang adalah jemaat itu sendiri, terutama bagi mereka yang ingin mencari tahu apa itu gereja. Kalau saudara ingin mendalami pendekatan yang teknis teologis mengenai gereja, saya anjurkan saudara membaca buku yang berjudul: 'It takes Christian to raise a church' ditulis oleh Tod Bolsinger.

Sebelum saya mulai menginvestigasi kedalam teks Alkitab yang nanti akan menyingkapkan keberadaan gereja itu, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu mengapa saya melakukan seri tentang apa itu gereja.


--------------------------------------------------------------------------------

A. Dasar-dasar Alkitab untuk persekutuan kristen.

Pada waktu yang lalu saya menyinggung untuk menjawab tentang mengapa saya menulis seri tentang gereja ini dari sudut pandang Alkitab, walaupun saya tidak menolak keberadaan pandangan yang berdasar pada tradisi gereja yang nilainya telah mengakar dalam sejarah dan juga tanpa menolak pengalaman bergereja umat Kristen diseluruh dunia ini. Saya percaya bahwa pada akhirnya, Alkitab adalah pembimbing yang paling punya otoritas tertinggi dalam hal iman dan praktek, termasuk bidang kegerejaan (ekklesiologi). Sebagai klarifikasi bahwa yang ingin saya jelaskan adalah apa itu gereja atau apa itu persekutuan, bukan apa itu gereja dalam bingkai institusi dengan segala tata gerejanya. Saya tidak akan berbicara denominasi atau keagaamaan dari kekristenan itu tapi lebih fokus kepada apa itu gereja sebagi kumpulan orang-orang percaya yang melakukan kegiatan persekutuan. Tentu isu mengenai gereja lokal (gereja setempat) dan gereja global ( gereja sedunia) akan ada hubungannya dalam pembahasan ini. Tapi sekali lagi fokus saya adalah pada persekutuan Kristen secara individu, atau sebuah gereja. Saya membahas seri ini karena beberapa alasan. Pertama karena ada hubungan dengan gereja dimana saya ada atau kita berada. Kedua, bahasan ini kiranya dapat menjadi sumber bagi gereja kita. Saya mendapati bahwa kebanyakan orang Indonesia yang ada di Amerika ini mempunyai beragam atau perbedaan pengertian dan pandangan tentang bagaimana gereja itu seharusnya. Perbedaan ini dapat saja menjadi sumber kekayaan atau mungkin sebagai sumber yang melemahkan atau keduanya.

Sebagai contoh, orang yang bergabung dengan gereja kita dengan pandangan yang sudah jadi tentang apa itu gereja lalu datang dan ingin jadi member tapi kemudian mendapati bahwa gereja kita bukan idamannya atau apa yang ia harapkan, maka hasilnya mereka akan mencari tempat lain atau gereja lain yang cocok dengan pandangan mereka. Dalam situasi yang begini tidak ada yang diuntungkan. Jika semua anggota jemaat mempunyai pandangan yang jelas dan punya kesamaan pandangan tentang apa itu gereja, maka mereka akan mengalami hal yang positif. Kalau pengurus atau pemimpin gereja dapat membagi visi secara bersama-sama maka gereja dimana kita ada akan bertumbuh dan sehat menuju kepada arah yang tepat sasaran.

Dihampir semua gereja lokal terjadi semacam persaingan misi dari gereja itu sendiri. Banyak ide-ide religius yang dipasarkan supaya dapat tanggapi orang. Mengadopsi apa yang terjadi digereja yang satu telah menjadi suguhan yang sangat diminati gereja. Buku-buku best seller menjadi laku dengan tanpa memandang latar belakang penulisnya. Ini semua merupakan tanda bahwa ada kerinduan gereja lokal untuk menjadi bagian dari gereja yang global, universal yang disebut juga tubuh Kristus. Ini juga menjadi bagian perenungan bagi kita disini (GKPI-USA), untuk bertanya sampai dimana batasnya gereja lokal dapat terhubung dengan persekutuan orang percaya yang lebih besar? Apakah ini penting? Atau hanya pilihan saja? Ingat kita punya keterhubungan dengan PGGPI-USA, tapi ini masi dalam skala kecil, dan sangat terbatas kepada gereja orang Indonesia yang Reform atau Protestan. Ada juga yang disebut BKS, ini mungkin skala yang lumayan besar tapi tetap masih dalam lingkaran orang Indonesia. Kita juga baru bergabung dengan Serve Day Organisation, tapi ini juga masih sebatas di Southern California. Ada banyak pertanyaan yang muncul, tapi saya tidak akan lebih lanjut membahas isu tadi, karena masih memerlukan penyelidikan yang memadai dikemudian hari.

Saya memfokuskan diri untuk membatasi pembahasan pada pertanyaan mengenai apa itu suatu gereja? Dalam kenyataan walaupun sesama anggota gereja atau walaupun sesama anggota denominasi, yang sama-sama memiliki komitment pada Alkitab, kita dapat menemukan banyak perbedaan pandangan mengenai apa itu sebuah gereja. Ada yang mendasarkan pandangan mereka pada Alkitab, ada yang mendasarkan pada sumber yang lain tentang apa seharusnya gereja itu.

Dari semua pandangan yang ada tentang gereja, saya menyukai definisi yang berikut ini: 'Kumpulan/Pertemuan orang-orang percaya didalam Yesus Kristus'.


--------------------------------------------------------------------------------

Pada waktu yang lalu saya telah mendefinisikan arti dari gereja itu. kali ini, kita akan sama-sama menelusuri tentang dari mana orang mendapatkan ide mengenai apa gereja itu seharusnya?

Pertama: bahwa orang mendapatkan ide tentang gereja itu dari pengalaman bergereja dimasa lalunya. Di jaman ini banyak orang yang datang kegereja dengan tanpa latar belakang keagamaan sama sekali. Banyak orang yang sejarah bergejanya hanya sebatas datang diacara kematian, ibadah paskah, natal. Orang-orang yang berlatar belakang seperti yang diatas tadi ketika mereka menghadiri dan aktif dalam gereja, berharap supaya keadaan gereja itu boleh menjadi seperti yang mereka bayangkan. Banyak orang yang melihat kepada masa lalu gereja sebagai pengalaman bernostalgia saja. Tidak sedikit dalam percakapan-percakapan antar sesama orang Kristen yang bercerita tentang masa-masa dimana gereja diimana ia ada itu mengalami pertumbuhan. Kata-kata seperti 'wah gereja saya dulu anggotanya banyak, wah gedung gereja kami di sana besar, dll. Tetapi ketika ditanyakan apakah gereja saudara memberikan pelayanan yang sesungguhnya, seperti misalnya bertumbuh dalam pengenalan yang sungguh didalam Kristus Yesus? Bertumbuh sebagai murid-muridNya? Bersedia diutus dimana saja? Jawaban mereka biasanya adalah tidak. Sebab gereja dimana ia ada tidak mengajarkan bagaimana sesungguhnya mengenal dan mengasihi Tuhan, bagaimana beribadah sesungguhnya ketika mereka masih muda usia. Kedua : bahwa orang mendapatkan ide tentang gereja itu dari culture masa kini.

Seorang yang mungkin tidak pernah hadir dalam ibadah gereja pasti mempunyai ide tentang gereja walaupun itu hanya disaksikan di televisi. Acara tv 7th heaven (tentang seorang pendeta dan keluarganya) atau the Simpsons (kartun) yang menampakkan the first church of Springfield, kalau diindonesia acara tv Little House in the Praire ( Mickel London, Laura Ingles). Apalagi acara tv TBN yang ditanyangkan 24 jam sehari. Semua pengalaman menyerap ini disebut Pop Culture. Dan orang (apalagi yang jarang masuk gereja), telah mempuyai ide dalam pikirannya bahwa geraja itu adalah sebagaimana yang ia bayangkan sesuai dengan serapan yang dia ambil dari penglihatannya itu. (bersambung).

Lirik Lagu Rohani

Articles

Berdoa Bersama Alkitab (2)

Mazmur 22:28 segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada Tuhan; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah dihadapanNya.  (The whole earth will acknowledge the LORD and retur [ ... ]


Berdoa Bersama Alkitab (1)

Mazmur 62:6-7 ‘Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari padaNyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah’.
 [ ... ]


Other Articles